DPRD DKI Minta Ketua RT/RW Dilatih untuk Antisipasi Teroris dan Narkoba

DPRD DKI Minta Ketua RT/RW Dilatih untuk Antisipasi Teroris dan Narkoba

Mengenai perlu atau tidaknya dihidupkan kembali Organisasi Pertahanan Sipil (Hansip) di tengah masyarakat, Sani mengatakan itu kembali lagi ke kebutuhan masing-masing. Bilamana diadakan kembali maka dia berpesan jangan sampai membebani warga di lingkungan.
"Kalau hansip sesuai kebutuhan masyarakat sekitar saja karena itu kan swadaya. Jangan sampai memberatkan warga," imbuhnya.

"Yang jelas Kesbangpol harus memberi pelatihan," tutup Sani.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya juga telah meminta setiap Ketua RT/RW mengenali warganya untuk mengantisipasi narkoba dan terorisme. Menurut Ahok, kewaspadaan ini perlu ditingkatkan mengingat banyak pelaku teror yang berbaur dengan warga namun gerakan terorismenya sendiri terselubung dan tidak diketahui warga sekitar. 
DPRD DKI Minta Ketua RT/RW Dilatih untuk Antisipasi Teroris dan Narkoba

Deteksi Sarang Teroris, Ini Instruksi Ahok Bagi Ketua RT dan RW


Deteksi Sarang Teroris, Ini Instruksi Ahok Bagi Ketua RT dan RW
Jakarta - Sarang teroris di masyarakat acap kali tidak tercium oleh Ketua RT maupun RW membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram. Ia lalu mengajari para perangkat itu agar lebih waspada.


Ahok mengimbau seluruh warga Jakarta mewaspadai aksi terorisme. Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan mengingat banyak pelaku terorisme berbaur dengan masyarakat. Namun gerakan terselubung teroris justru tidak diketahui warga sekitar.



Peringatan ini disampaikan Ahok menyusul adanya pelaku teror Muhammad Ali dan Dian yang tinggal di Kampung Sanggrahan RT 02/03 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Ali bahkan tinggal di sana sudah 12 tahun lamanya, sedangkan Dian sudah 2 pekan tinggal di indekos dekat rumahnya. Di dua lokasi inilah, Ali dan Dian diduga merakit bom.



Aktivitas Ali dan Dian ternyata tidak diketahui keluarga maupun tetangganya. Keluarga juga tidak melihat adanya gelagat mencurigakan dari Ali sebelum teror Thamrin terjadi.



Agar kasus ledakan bom tidak terulang, Ahok meminta agar Ketua RT dan ketua RW wajib mengenali setiap warganya. Perangkat pemerintah terkecil ini diminta melakukan pemeriksaan rutin para pendatang baru. Bila perlu, kata Ahok, gunakan cara-cara yang agak lebay alias berlebihan dengan menginterogasi warga baru seputar asal usul dan identitas mereka. "Jangan sungkan-sungkan," perintah Ahok.



Apabila cara-cara ini terus diabaikan maka Ahok tidak segan-segan memberhentikan ketua RT dan RW yang tidak peduli dan tidak kenal dengan warganya. 

Apabila melihat ada orang yang mencurigakan maka jangan segan-segan memeriksanya. Itulah imbauan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat upacara di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2016).


"Saya juga harus memuji satpam seperti di Sarinah yang juga sigap sebetulnya. Ini kan SOP sudah ada, ngelihat orang mencurigakan, periksa. Setelah peristiwa ini satpam sekarang akan lebih pintar. Jangan santun-santunlah periksa bawa tas ke pos polisi. Kita terlalu santun, kalau curiga seperti itu langsung ambil barangnya. Enggak ada lagi baik-baik giring ke polisi," imbuhnya.



Ahok menyebut apabila kecurigaannya tidak terbukti maka aparat harus meminta maaf kepada mereka. "Kalau salah ya sudah minta maaf. Sama kayak di bandara, dulu waktu pemeriksaan warga sipil tersinggung digeledah tapi setelah peristiwa orang bawa bom di pesawat sekarang ada enggak yang tersinggung? Suruh buka ikat pinggang, buka sepatu enggak ada yang tersinggung," kata Ahok. 
Deteksi Sarang Teroris, Ini Instruksi Ahok Bagi Ketua RT dan RW
Ahok meminta agar ketua RT dan RW mengenali warganya. Dengan begitu, ia berharap peristiwa ledakan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tidak terulang lagi.

"Yang paling penting bagaimana RT/RW kenalin, jangan sampai kejadian lagi. Masa ngerakit bomnya di wilayah DKI, kita nggak tahu? Saya kira seluruh Indonesia, RT/RW akan lebih ketat setelah peristiwa ini," kata Ahok saat memberi sambutan dalam Upacara Bendera di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2016). Apel digelar bersama anggota TNI dan Polri.

Ahok tak segan-segan mengganti RT dan RW apabila tidak mengenal satu sama lain. "Saya minta kepada seluruh jajaran Pemda, RT harus tahu persis siapa warganya. Kalau RT RW tidak peduli, tidak kenal warganya, lebih baik langsung diberhentikan ganti dengan yang punya hati," ujar Ahok.

Ahok memerintahkan setiap RT dan RW untuk menggelar pemeriksaan rutin di lingkungannya menyusul banyaknya pendatang baru ke Jakarta.
"Tahu enggak, kamu boleh sedikit lebay lah kalimatnya. Jadi kalau orang datang, kamu mesti tanya siapa kamu, dari mana gitu tanya dong," kata Ahok.

Ahok menegaskan hal ini berkali-kali menyusul adanya pelaku teror Muhammad Ali dan Dian yang tinggal di Kampung Sanggrahan RT 02/03 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Ali bahkan tinggal di sana sudah 12 tahun lamanya, sedangkan Dian sudah 2 pekan tinggal di indekos dekat rumahnya.

"Dia pasti cari teman. Orang boleh enggak datang ke Jakarta? Boleh kalau kamu enggak ada duit kan numpang saudara kan. Kalau enggak ada kerjaan dipulangin saudara kamu. Pulang kasih ongkos," kata Ahok. 
Deteksi Sarang Teroris, Ini Instruksi Ahok Bagi Ketua RT dan RW

Sumber: detik.com



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berbagi itu indah indahnya berbagi dengan membagi artikel ini keteman teman anda di sosial media seperti Facebook, twitter, dan lainnya maka anda sudah melakukan kebaikan yang akan , atau mungkin bermanfaat bagi teman atau sahabat anda. dan mohon bantuanya. Silahkan berkomentar yang relevan dan jangan melakukan SPAM atau meninggalkan link hidup demi kebaikan dan terjamin keindahan dalam persahabatan.