Dua wisatawan terseret ombak saat melakukan selfie

Dua wisatawan terseret ombak saat melakukan selfie
Oppo jeli melihat pasar untuk selfie tersebut sebagai peluang. Foto oleh Fadly Yanuar Iriansyah/Tech in Asia

Oppo jeli melihat pasar untuk selfie tersebut sebagai peluang. Foto oleh Fadly Yanuar Iriansyah/Tech in Asia
Dua wisatawan asal Jawa Tengah terseret ombak ketika melakukan selfie di Pantai Kedung Tumpang, Jawa Timur pada Kamis, 5 Mei.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Jumat, 6 Mei, bahwa tim SAR gabungan dan masyarakat masih mencari kedua korban bernama Aris (25 tahun) dan Imam (25 tahun).
Aris dan Imam datang ke Pantai Kedung Tumpang bersama enam teman. Segera setelah tiba, Aris dan Imam melakukan selfie di dekat laut bersama Joko Budianto (25 tahun) dan Imam Wahyudi (24).
Tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret empat orang itu ke laut. Joko dan Imam Wahyudi berhasil menyelamatkan diri, sementara Aris dan Imam hilang terseret ombak. Baca selengkapnya di Kompas.com.
Sultan Yogyakarta bela aksi polisi bubarkan pemutaran film Pulau Buru
PEMBUBARAN PEMUTARAN FILM. Suasana pelarangan acara nobar dan diskusi film dokumenter 'Pulau Buru: Tanah Air Beta' karya di sekretariat AJI Yogyakarta dalam rangka Hari Kebebasan Pers Dunia. Foto dari AJI Yogyakarta

PEMBUBARAN PEMUTARAN FILM. Suasana pelarangan acara nobar dan diskusi film dokumenter 'Pulau Buru: Tanah Air Beta' karya di sekretariat AJI Yogyakarta dalam rangka Hari Kebebasan Pers Dunia. Foto dari AJI Yogyakarta
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X membela petugas kepolisian yang membubarkan acara peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta pada Selasa, 3 Mei. Sebab, terjadi pro-kontra dalam pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta karya sutradara Rahung Nasution di kantor sekretariat AJI.
"Polisi tidak ada pilihan. Daripada terjadi benturan yang berpotensi menyulitkan polisi, lebih baik diselesaikan, dihentikan," ujar Sultan Hamengku Buwono di Hotel Inna Garuda.
Kendati membela pembubaran pemutaran film itu, Sultan membantah dirinya tidak membolehkan adanya perbedaan. Dia berserikeras apa yang dilakukan oleh polisi semata-mata untuk menghindari dampak pro-kontra yakni kekerasan.
"Kalau publik sendiri yang menimbuhkan (pro-kontra) itu, posisi polisi sangat dilematis," kata Sultan. Baca selengkapnya di Tempo.co.
Ramos Horta sarankan Indonesia gunakan dialog untuk mendekati masyarakat separatis Papua
DIALOG PAPUA. Mantan Presiden Timor Leste, Ramos Horta menyarankan agar Pemerintah Indonesia berdialog dengan masyarakat separatis Papua ketimbang menggunakan metode kekerasan. Foto oleh Yudhi Mahatma/ANTARA

DIALOG PAPUA. Mantan Presiden Timor Leste, Ramos Horta menyarankan agar Pemerintah Indonesia berdialog dengan masyarakat separatis Papua ketimbang menggunakan metode kekerasan. Foto oleh Yudhi Mahatma/ANTARA
Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta menyarankan agar Pemerintah Indonesia mendengarkan dan mencoba memahami mengapa bisa terjadi perlawanan di tanah Papua. Menurutnya, banyak warga Papua yang menaruh harapan kepada pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo setelah bertahun-tahun menelan kekecewaan.
"Semua sudah tahu perlawanan itu sudah ada sejak lama. Indonesia harus memahami kenapa pulau sebesar itu ingin memisahkan diri, kenapa orang-orang tidak senang. Mereka menginginkan perdamaian, kebebasan, penghargaan serta pembangunan," ujar Ramos Horta ketika ditemui di Taman Ismail Marzuki.
Dia mengatakan, selama ini warga Papua tidak merasakan pemerataan pembangunan dari pemerintah pusat. Kendati begitu, Ramos Horta mengakui untuk menuntaskan isu Papua tidak mudah. Butuh usaha, komitmen serta kepemimpinan yang kuat untuk membangun Papua.
Harus ada kebijakan yang berkesinambungan yang dapat menguntungkan masyarakat lokal dan pembangunan itu tidak merusak lingkungan. Ramos Horta yakin Indonesia memiliki pengalaman untuk membangun dialog yang berimbang, karena negara ini memiliki banyak sosiolog dan antropolog. Selain itu, Presiden Jokowi telah berkomitmen untuk menyelesaikan ketidakadilan di Papua dan Papua barat. Baca selengkapnya di Antara- Rappler.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berbagi itu indah indahnya berbagi dengan membagi artikel ini keteman teman anda di sosial media seperti Facebook, twitter, dan lainnya maka anda sudah melakukan kebaikan yang akan , atau mungkin bermanfaat bagi teman atau sahabat anda. dan mohon bantuanya. Silahkan berkomentar yang relevan dan jangan melakukan SPAM atau meninggalkan link hidup demi kebaikan dan terjamin keindahan dalam persahabatan.